Day 2 : travel to batutumonga

Udara dingin menyambut kala matahari kembali menampakkan sinarnya. Masih terlihat sisa-sisa hujan dan rintik-rintik pagi hari diantara daun-daun dan rumput sekitar paroki. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, aktivitas di dapur sudah semenjak sejam yang lalu. Aka and friends , termasuk ketua yang beberapa jam lagi akan segera lengser dari jabatannya, menyiapkan sarapan pagi. Nasi goreng special entah dengan tambahan apa saja. Itu semua hanya mereka dan Tuhan yang tahu. Setidaknya hingga saat ini , kita semua sehat wal afiat. Hehh, memangnya pake campuran apa ?

Dan dengan aba-aba dari panitia , perjalanan menuju Batutumonga pun dimulai dengan beberapa kloter yang pada akhirnya tidak berfungsi maksimal. Ada yang telah lebih dulu di depan, namun, di deretan terakhir, ketupat dan beberapa peserta berjalan. Sayangnya, kabut pagi masih menyembunyikan pemandangan alam sebagian tempat.

Dan waktu pun menunjukkan pukul sembilan pagi. Sebenarnya, tiba waktunya untuk berbalik arah dan kembali menuju paroki. Meski sebenarnya, batutumonga masih berjarak sekitar satu jam lebih. Namun, demi menghargai para panitia yang dengan susah payah mengatur jadwal yang sangat fleksibel maka barisan belakangpun berbalik arah. Terlebih bila mengingat bahwa di barisan belakang , tampak wajah-wajah kelelahan di sebagian peserta ysng sedikit tercerahkan dengan wajah-wajah narsis (baca :Pede) terutama saat bertemu dan berfoto bersama wajah-wajah langkah.

1 comment:

Renungan Harian Katolik said...
This comment has been removed by the author.