BULETIN KMK EDISI XIV



DARI REDAKSI:

Met Pasah KMK-ers! Mana nieh telur paskahnya? Jangan lupa dibagi-bagi donk. Hehehe… Pasti sudah habis dah. Udah lama kan lewatnya.

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu yah dan akhirnya awal bulan pun datang. Itu artinya buletin LIGHT G’ hadir kembali di hadapan KMK-ers. Butuh kerja yang keras untuk menyuguhkan buletin ini kepada teman-teman. Semoga aja dapat respon yang baik. Ngarep.

Bulan empat adalah masa prapaskah bagi kita dan bulan ini adalah bulan yang ditentukan oleh Gereja menjadi bulan Maria. Maria dihormati dalam bulan ini sebagai bunda kita sendiri. Wuah, ternyata orang Katolik punya bunda yang menjadi milik semua kalangan. Dialah Bunda Maria. Asyik kan?

Mengikuti tema perayaan Gereja bulan ini, maka buletin LIGHT G’ pun mengangkat tema seputar Maria yakni melalui Maria untuk sampai kepada Yesus. Dalam bahasa Latin kalimat itu berbunyi ‘Per Mariam ad Jesum’. Bener banget kan? Makanya jangan pernah lupa untuk menghormati bunda Maria dan terlebih bunda kita sendiri di rumah masing-masing. Anggaplah itu sebagai bunda Maria. Hehehe…

Buletin LIGHT G’ terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi KMK-ers. Dan semoga edisi ini semakin lebih baik. Akhir kate nih, selamat membaca yah. ^_^

Makan nasi pake kuaH…

Terima kasih dan ummuaH… :)

AKSI DONOR DARAH KMK UNHAS MAKASSAR

Hari Minggu, tepatnya 27 Februari 2011, KMK UNHAS kembali mengadakan kegiatan. Kali ini kegiatan yang diadakan adalah kegiatan sosial yakni aksi donor darah yang diadakan di Gereja Kare. Aksi donor darah ini diselenggarakan oleh pihak panitia bekerjasama dengan pihak Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Makassar dan didukung oleh Paroki Kare. Awalnya kegiatan ini dijadwalkan akan dimulai pada pukul 09.00, tepatnya setelah Misa pagi. Akan tetapi teman-teman KMK UNHAS memang masih memegang teguh dan menghargai budaya leluhur sehingga seperti biasa, aksi donor darah ngaret sengaretnya sampai jam 10 lewat. Ckckck. Hebat yaH…

Setelah lama menunggu akhirnya kegiatan aksi donor darah pun dimulai. Yah, walaupun tidak banyak umat yang berpartisipasi namun ternyata masih ada sejumlah yang mau ikut berpartisipasi mendonorkan darahnya. Tentunya anak-anak KMK UNHAS turut mendonorkan darahnya dalam kegiatan ini. Anak-anak KMK UNHAS sangat bersemangat karena ternyata pihak PMI telah menyiapkan konsumsi untuk teman-teman yang sudah mendonorkan darahnya. (ini sebenarnya untuk memulihkan tenaga mereka yang mendonor, tetapi malah banyak yang niat donor karena kepengen dapat kue. Hahaha.)

Kira-kira pukul 2 siang, kegiatan donor darah ini pun akhirnya selesai dengan hasil yang cukup memuaskan. Pihak PMI pun puas karena memperoleh tambahan persediaan darah; pihak panitia puas karena kegiatab berjalan lancar; dan teman-teman yang turut membantu puas karena bisa makan gratis.

Akhirnya aksi donor darah selesai. Semoga setiap tetes darah yang telah disumbangkan dapat menyelamatkan nyawa sesama kita.

ANTARA PERASAAN DAN KEBENARAN: MENCOBA MENDENGAR DAN MEMAHAMI SEBELUM BERTINDAK

Ada sebuah cerita mengenai seorang Jenderal besar Perancis: NapoleoBoneparte, ketika ia sedang berperang di Timur Tengah. Pada saat itu, Perancis berhasil merebut kota Jaffa dan juga menawan 1200 orang Prajurit Turki. Ketika itu pula Napoleon sedang terserang influenza dan batuk berat. Dan pada saat Napoleon melakukan inspeksi terhadap pasukan dan tawanan, ia berniat untuk membebaskan 1200 orang prajurit Turki yang ditawan itu. Ketika ia selesai melakukan inspeksi, ia kemudian terserang batuk dan berkata: Ma Sacre Toux..!! (Batuk Sialan). Namun seorang Perwira pendamping Napoleon mengira ia berkata: Massacrez Tous (Bunuh Semua). Dan tanpa pikir panjang, Perwira itupun langsung memerintahkan seluruh Prajurit untuk membunuh semua tawanan. Dan jadilah, nyawa 1200 orang tawanan Turki yang sedianya akan dibebaskan, melayang sia – sia, hanya karena batuk Sang Jenderal dan telinga seorang Perwira yang Error.

Itulah kira – kira yang menjadi gambaran bagaimana salah pengertian dapat berakibat sangat fatal bagi kita. Namun banyak dari kita semua yang cuek akan kebenaran yang sesungguhnya. Kita lebih sering berpegang pada pendapat diri sendiri, dan dengan berkoar – koar mengumandangkan itu sebagai sebuah kebenaran mutlak. Nanti setelah terjadi sesuatu yang buruk, barulah kita sadar bahwa apa yang kita pegang selama ini ternyata salah. Kita sudah terbiasa mengabaikan bukti – bukti yang ada, entah karena salah persepsi ataupun disengaja demi kepentingan diri. Jika kita terus membiasakan diri seperti ini, maka akan menyebabkan tumpulnya hati nurani dan kebiasaan mempertahankan pendapat yang tidak punya bukti (yang dalam bahasa Makassar disebut “Sotta’”) akan menjadi sebuah Trade Mark dalam hidup kita.

Memang harus diakui, banyak orang yang malas untuk mengikuti apa yang benar (sekalipun mereka tahu bahwa itu benar) karena jalan yang benar merupakan jalan yang sulit. Tuhan Yesus sendiri menggambarkan bagaimana untuk mengikut Dia kita harus menyangkal diri dan memikul salib (bdk Mat. 16:24), maka tidak heran kalau banyak yang Tidak Sanggup untuk berada pada kebenaran, dan memilih mempertahankan pandangan diri yang “lebih enak” dengan merekayasa berbagai macam alasan yang hanya akan menambah dosa. Contoh kecil: sanggupkah kita melakukan tindakan tegas kepada teman kita yang terbukti melakukan kesalahan,.?, disinilah terjadi pertentangan antara “Perasaan” dan “Kebenaran”. Jika kita seorang Katolik yang baik, pastilah kita akan memilih Kebenaran. Namun harus diakui ini memang adalah pilihan yang sulit, seperti kata sebuah pepatah: “Memang dibutuhkan kekuatan yang besar untuk melawan seorang musuh, namun dibutuhkan kekuatan yang jauh lebih besar lagi untuk melawan seorang sahabat”, tetapi sekali lagi kita dihadapkan pada dua pilihan: mau ikut teman.? Atau mau ikut Tuhan.?. Tuhan memberikan kepada kita kehendak bebas untuk memilih, namun ingatlah pertanggungjawaban kita nanti ketika Ia datang untuk kedua kali.

Ada juga orang yang berbuat demikian karena ketidaktahuannya akan kebenaran itu. Oleh sebab itu, janganlah kita bosan dan malas dalam mencari sebuah kebenaran. Sebagai orang Katolik, kita memiliki 3 pilar kebenaran iman, yaitu Kitab Suci, Tradisi Suci, dan Magisterium. Hendaknya kita memanfaatkan dengan baik ketiga hal ini agar kita dapat melaksanakannya. Sebab tidak mungkin seseorang dapat melaksanakan sesuatu tanpa tahu apa yang mau dilaksanakan. Maka seharusnya kita mencari tahu terlebih dahulu, barulah dilaksanakan. Sebab iman yang kita yakini sekarang merupakan sebuah Proses Pengetahuan.

Tetapi bagaimana mau mengetahui kebenaran iman kalau Alkitab saja tidak pernah dibaca, jarang mengikuti doa atau ibadah, dan tidak pernah mau ambil bagian dalam suatu pelayanan. Orang – orang seperti inilah yang kemungkinan akan mengembangkan pandangan diri menjadi suatu kebenaran mutlak, sebab ia tidak tahu bagaimana kebenaran yang sesungguhnya. Maka adalah kewajiban kita semua untuk mengetahui dan memahami kebenaran itu terlebih dahulu sebelum melaksanakannya, dan janganlah kita melakukan tindakan tanpa memiliki dasar kebenaran ataupun kebenaran yang direkayasa demi gengsi dan kepentingan.

Oleh sebab itu marilah bersama – sama kita meninggalkan kepentingan diri dan mencari kebenaran yang sesungguhnya lewat pelayanan dengan kasih setia dalam Roh dan Kebenaran. Serta berani belajar untuk menyangkal diri dan memikul Salib walaupun berat, Sehingga kita tidak menjadi seperti perwira dalam cerita di atas yang salah mendengar pesan Sang Jenderal, melainkan sebaliknya, kita menjadi seorang yang mampu mengartikan dengan benar dan melaksanakan pesan dari Pemimpin Besar kita, Tuhan Allah Tritunggal Maha Kudus.*

Ditulis Oleh: APRILIAN VINSENSIUS TIMANG (SIPIL '07)

BULETIN LIGHT G' EDISI XIII

Masa PrapaskaH! Hmm, sudah beberapa pekan kita maknai. Apa yang didapat? Tentunya setiap dari kita punya pendapat dan pengalaman masing-masing donk. Bukan begitu? Pastimi begitu. Oiya, bagaimana puasa dan pantangnya? Kabarnya baik-baik sayang kan? Eh salah, maksudnya baik-baik saja. Wuah, wajib donk dijaga dan dimaknai. Dan, tak terasa minggu Paskah semakin dekat. Asyikkk, bisa dapat telur paskah lagi. Hehehe.. :) MKKB banget.

Buletin LIGHT G’ hadiR lagi ke ruang baca KMK-ers. Pasti menunggu kan? Apalagi kalo yang masukin tulisan dan ngirim ‘esemes’. Iya kan? Mengaku mi gang. Pasti deg-degan toh? Susi bang seperti. Hahaha. Gimana dengan edisi-edisi sebelumnya? Keren kan? Pastinya donk. Yah, semoga aja ada yang bisa menjadi inspirasi untuk melakukan hal-hal yang baik pastinya.

Redaksi LIGHT G’ selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk KMK-ers. Setiap edisi pun kami akan selalu berusaha untuk melakukan perubahan demi mewujudkan KMK UNHAS for better future. Dukungan ta’ samua ditunggu. Mariki’ Cappo’.

Akhir kate niH, Selamat membaca...






BULETIN LIGHT G' EDISI XII


Salam damai buat para pembaca setia buletin LIGHT G’ di mana pun berada. Salam juang untuk perjuangan yang sementara masing-masing perjuangkan. Wuah, akhirnya buletin LIGHT G’ bisa hadir kembali. Dan itu berarti apa??? Itu berarti bahwa LIGHT G’ akan diterbitkan setiap bulan. Asssyyyyiiiikkkkk donk.
Hmmm, gimana nih dengan kuliah perdananya di bulan 2? G’ ada yang ngebolos kuliah kan? Harusnya begitu secara kan ini adalah awal untuk mewujudkan resolusi yang masing-masing sudah kita siapkan apalagi kita akan menghadapi masa Prapaskah, masa istimewa untuk berdoa, bertobat, bermatiraga dan melakukan karya belas kasihan sebagai persiapan menyambut perayaan paskah. Wuah, nggak terasa banget yah. Padahal serasa baru kemarin kita merayakan Natal dan Tahun Baru. Waktu emang cepat berlalu.
Demikian juga, buletin LIGHT G’ selalu ingin menjadi buletin kerinduan anak-anak KMK dari waktu ke waktu dan itu tak akan pernah lepas dari dukungan keluarga besar KMK. Semoga saja dengan bantuan keluarga besar, buletin LIGHT G’ bisa terus eksis untuk menjadi media komunikasi yang baik untuk seluruh keluarga besar KMK UNHAS.
Oke deh, selamat membaca aja. Semoga buletin ini bisa memberi inspirasi buat kita semua untuk mewujudkan kedamaian dan kebaikan di keluarga, masyarakat, bangsa, dan dunia. Keep fighting.

PERGAULAN BEBAS




Hari kasih sayang yang sering kita sebut Valentine’s day memang telah lewat namun justru di hari itulah banyak bentuk pergaulan remaja yang sebenarnya tidak baik. Tentu kita semua sudah pernah mendengar tentang pergaulan bebas. Berbagai sumber yang ada di sekitar kita pastilah pernah membahas tentang masalah ini.
Saya merasa prihatin dengan kondisi pergaulan remaja masa kini. Semakin hari sikap dan tindakan para remaja semakin mencerminkan lunturnya budaya timur yang dahulu kala dipegang teguh oleh para pendahulu. Menurut saya, salah satu penyebab pergaulan bebas adalah lemahnya kontrol atas diri sendiri ketika berada dalam koridor kenikmatan jasmani. Tentulah sikap seperti ini sangat merugikan apalagi remaja adalah tumpuan bangsa ini. Sejauh mana bangsa ini akan berkembang, akan ditentukan oleh sikap remajanya.
Sebenarnya, pergaulan bebas ini sudah hampir menjadi style bagi sebagian remaja. Selain karena kurangnya pengawasan dari orang tua, adanya media yang menyediakan fasilitas yang menjurus ke koridor pergaulan bebas juga menjadi penyebab pergaulan bebas.
Tempat hiburan malam adalah salah satu lokasi di mana pergaulan bebas ini terjadi. Banyaknya tawaran yang mengasyikkan membuat remaja semakin memilih untuk berada di tempat ini. Bahkan di sinilah narkoba beredar bebas. Bagaimana mungkin bangsa ini maju jika para generasi mudanya tidak mampu membangun pondasi yang kokoh untuk memajukan bangsa. Bagaimana mungkin bangsa ini maju jika para generasi mudanya sudah menjadikan pergaulan bebas menjadi budaya hidup.
Sekadar berbagi, penulis ingin berbagi pengalaman tentang pergaulan bebas sejauh apa yang saya ketahui. Saya pernah berkenalan dengan seorang gadis di sebuah tempat hiburan malam. Dia menceritakan bahwa di masih seorang siswi di salah satu smu favorit. Dia menceritakan bahwa dia bisa terjerumus dalam lembah pergaulan bebas karena ingin lari dari kenyataan bahwa orang tuanya sibuk dengan diri dan tugas mereka masing-masing. Dia akhirnya mencoba mencari kesenangan sendiri untuk menghilangkan rasa jenuh dan gundah yang dia rasakan.
Remaja di kota makassar pun tak lepas dari pergaulan bebas ini. Club-club malam adalah pilihan terbaik ketika masalah dan rasa gundah menghadang dalam hidup. Seakan-akan remaja tak ingin berlarut-larut dalam masalah dan segera mungkin menemukan kesenangannya. Di kota ini, saya pernah berkenalan dengan seorang remaja dan mencoba mengajaknya share tentang apa yang dia lihat dari pergaulan remaja di kota ini. Dia menceritakan bahwa ada temannya yang hamil di luar nikah. Karena temannya itu masih di SMA dan malu untuk mengandung, ia akhirnya memilih untuk mengaborsi janin yang telah dikandungnya. Bukankah ini suatu tindakan yang sangat ironis? Bukankah janin selayaknya dijaga dan dirawat untuk kemudian menjadi insan yang bisa tercerahkan? Sungguh, nilai-nilai kemanusiaan telah diinjak-injak di atas kesenangan semata. Apakah para remaja yang melakukan aborsi ini tidak pernah tahu tentang hak asasi? Ataukah hati nurani mereka telah buta? Padahal secara jelas dalam Sepuluh Perintah Allah pada hukum kelima dikatakan bahwa: ‘Jangan membunuh’. Pada dasarnya mengaborsi sama dengan membunuh.
Jika ditinjau lebih jauh lagi, kita dapat mengatakan bahwa kurangnya pemahaman remaja akan ajaran agama, dapat mengakibatkan terjerumusnya remaja ke pergaulan negatif. Oleh karena itu, sebaiknya sejak dini, seorang anak hendaknya sudah dibekali dengan ajaran agama yang cukup untuk mengahadapi kehidupan di dunia ini yang penuh dengan tantangan.
Masa prapaskah telah ada di depan kita. Masa ini mungkin bisa menjadi titik balik pergaulan remaja untuk menjadi lebih baik. Dan bagi kita semua, masa ini adalah masa yang baik bagi kita untuk mengintrospeksi diri kita.
Jangan pernah takut, banyak jalan untuk membendung pergaulan bebas agar kita tidak terjerumus di dalanya. Salah satunya dengan rajin mengikuti kegiatan keagamaan agar pondasi iman semakin kuat. Pondasi yang kuat akan membentengi diri dari pengaruh negative yang bisa saja masuk ke dalam diri kita.


PENULIS: PAUL LPR

BINA AKRAB ROHANI KMKT






Time’s to packing! Alx ntar lagi maba fakultas Teknik akan berangkat ke Malino untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh personil of KMKT yaitu BAR 2010 alias Bina Akrab Rohani 2010. Perjalanan yang cukup jauh n melelahkan tak menghentikan langkah para maba n kaka’ dari KMKT menuju Malino hingga tiba di Malino dengan selamat n disambut dengan ujan rintik2 plus hawa dingin yang bikin merinding (alx dingin sklia kanda, he3x).
Setelah meletakkan tas n perlengkapan lainnya, acara selanjutnya adalah misa pembukaan yang dipimpin langsung oleh Pastor Juvens yang rela ikut berdingin2 demi mendampingi anak2 KMKT. Abiz misa pembukaan, kita doa malam n ambl posisi paling wenak untuk tidur.
Wake upppppp,,,, begitu lah para kaka’2 panitia membangunkan para peserta BAR 2010 dengan semangat ’45. Blum sempat cuci muka n gosok gigi para peserta langsung keluar dari kamar untuk berkenalan dengan para kaka’2 KMKT n langsung lari2 pagi melewati jalanan menanjak.
Rutinitas pagi selesai, saatnya terima materi pertama dari Pastor Juvens dengan tema “Kesetiaan”. Kata Pastor Juvens kesetiaan itu dimulai dari diri kita sendiri, kalo kita berusaha setia kepada sesuatu hal ( Tuhan, sesama manusia n pekerjaan kita) maka akan kesetiaan yang sejati akan kita dapatkan. Setelah mendapat pencerahan dari Pastor Juvens, dilanjutkan dengan games + outbond yang seru sampe basah2an,hehehe. Setelah cape’ main2, dilanjutkan dengan persiapan On Fire Action n petugas misa. Abiz makSi, para peserta kemudian menerima materi kedua yang dibawakan oleh Ka’ Lian (S’07) dengan membahas Sejarah KMKT. Malamx, para peserta diberikan kesempatan untuk Curhat bareng senior2 dari jurusan masing2. Para peserta pun antusias menanyakan tentang dosen baik (hehehe, dasar maba). Setelah makan malam acara masih berlanjut ke Pemilihan ketua KMKT. Setelah melalui adu mulut yang panjang n cukup menegangkam akhirx terpilihlah Ka’ Lian (S’07) sebagai Ketua KMKT yang baru periode 2011-2012 menggantikan posisi ka’ Jupe (M’06).
Waktux doa Taize, para peserta pun dengan khusuk mengikuti doa Taize walaupun ada yang bersusah payah menahan kantukx,hehehe… Dan akhirx acara yang ditunggu2 yaitu acara puncak dari BAR 2010 ini On Fire Action. Pada acara ini, tiap angkatan haruz, kudu’ n wajib pux persembahan. Alhasil, kaka’2 angkatan 2007+ mempersembahkan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh ka’ Tiaz (P’07), dilanjutkan persembahan dari angkatan 2009 juga dengan menyanyikan 2 lagu, tapi lagu ini khusus diciptakan oleh kaka’2 2009 untuk angkatan 2010 yang tercinta, hehehe (Makasih lagux ka’, asli keren bgtz). Tibalah saat menyalakan api unggun oleh ketua Panitia yang diwakili oleh wakil ketua panitia Ka’ Sam (P’09), saat tumpukan kayu bakar untuk api unggun menyala, semua peserta juga para undangan dari KMK n KMKO plus kanda2 KMKT bertepuk tangan riah. Weitz tapi acara blum slsai, puncak acara ini adalah pemilihan Raja N Ratu BAR 2011. Setelah membuat para peserta deg2an gak karuan, akhirnya terpilihlah Happy (S’10) sebagai Raja BAR menggantikan Ka’ Ely (S’09) dan Angel (G’10) sebagai Ratu BAR menggantikan ka’ Dwi (S’09). Akhirx, waktux untuk sleeping again.
Meski mata masih ngantuk n susah diajak kompromi, para peserta n kaka’2 KMKT tetap semangat mengikuti misa pagi yang petugasx diambil alih oleh 2010. Abiz misa dilanjutkan dengan PEMILU 01 BAR. Hasil pemilux terpilihlah Hardy (P’10) sebagai ketua BAR 2011, Darius (S’10) sebagai Wakil ketua, Gisela (S’10) sebagai sekretaris n Rio (S’10) sebagai bendahara.
Waktux untuk packing n cleaning alias siap2 untuk balik ke Makassar. Abiz maksi semuanya siap2 naik ke mobil tapi sebelumx doa dulu coy,hehehe… Setelah doa semuax pun berangkat dengan sejuta kenangan manis selama di Malino. Makassar, aku pulang…

KMK's VALENTINE's DAY

Todeng….todeng….todeng….
Misi mau numpang laporin pengamatanku…. :)
15 Feb 2011, KMK UNHAS mengadakan acara malam valentine di rumah saudara Paul Lpr.( Wuah, ada tong ki tawwa acarana. Gammara’na). Ya iyalah, masa’ ya iya dong. Kalo acara kayak gini sih, dijamin akan banyak yang datang dan ternyata sesuai dengan dugaan. Sejumlah anggota KMK UNHAS turut hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan ini.
Ngaret (sudah menjadi budaya mi tawwa itu…)! Itulah yang terjadi dalam acara ini. Molor ampe dua jam. Alamak, sudah bisa mendarat di Jakarta itu. Hmmm, walaupun demikian, acara tetap berlangsung. Diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh saudara Matias R. Lembang (Perkapalan ’07), semua yang hadir dibawa pada satu permenungan yang ditegaskan dalam homili bahwa hari valentine harusnya tidak hanya dirayakan pada tanggal 14 Februari tetapi juga setiap hari menjadi hari valentine untuk berbagi kasih dengan sesama. Toh, cintanya Allah tidak hanya pada hari tertentu tetapi sepanjang jalan kenangan, eh salah, maksudnya sepanjang hidup. So switt nah tawwa…. :)
Abis ibadah, ada apa kawan-kawan? Wuah, ternyata ada games!! Ternyata peserta sangat antusias untuk mengikuti games ini karena selain bisa ehm…ehm… (isi saja sendiri) bisa juga dapat hadiah (kalo beruntung! Kalo tidak? Lain kali dicoba lagi yah). Ya, substansi dari games ini adalah untuk mengakrabkan semangat keakraban antara anggota KMK yang satu dengan yang lainnya, antara kanda-kanda yang sudah bermutu (baca: bermuka tua.. hahaha) dan adinda-adinda yang masih plos dan lugu (lebay mode on), antara yang mengurus dan yang diurus (deh, tambah lebay mi sedeng).
Lelah. Tentu itu yang dirasakan dalam acara games. Tapi ada donk obat ampunya, yaitu makanan. Ya, makan-makan time. Horeee… meja makan langsung diserbu. Busyet…. Karena udah sangat lapar (mungkin puasa dari pagi) maka tak perlu waktu yang lama untuk melihat makanan di meja sudah mulai habis. Sayang seribu sayang… mati lampu mewarnai acara makan. Jadi mau tidak mau, makan malam disihir menjadi candle-light dinner. Deh, so switttnya deh….. tambah romantis ki tawwa. Bagus juga donk, karena bisa makan banyak tanpa harus dilihat dengan jelas. Hahaha…. :D
Malam pun semakin larut, waktunya untuk berpisah. Hiks…hiks.. :(. Satu per satu, anggota KMK yang datang mengikuti ibadah angkat kaki dari rumah ibadah dengan penuh rasa syukur dan rasa kenyang. Syukur atas cinta yang diberikan oleh Tuhan. Yang pasti, sebagai insan Kristiani, valentine harus menjadi jiwa dalam menjalani hari-hari kita. Ok?ok?OK?

LIGHT G' EDISI XI

RENUNGAN VALETINE


Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya
pernikahannya
sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan
dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar
biasa mengesankan.
Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin
pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang
setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya,
"Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana
memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah
tersebut.
"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita
sukai dari pasangan kita.

Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut
dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia….."

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari
pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan
tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik
sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka
sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam
benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku
akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya.
Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman… Ketika ia mulai
membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia
memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir…..

"Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya. "Oh tidak,
lanjutkan…" jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar,
lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata
dengan bahagia
"Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat
sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan
aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik
dan baik bagiku.

Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang…. "

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan
cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa
adanya… Ia menunduk dan menangis…..

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi,
dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan
hal-hal tersebut.

Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.

Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk,
mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal
yang indah di sekeliling kita ? Saya percaya kita akan menjadi orang
yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal
yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.

NATAL KMK UNHAS

BARUGA KARE, 08 JanuaRi 2011

Wuah, koq semua yang datang pake baju kueren semua ya? Selidik punya selidik ternyata hari ini KMK UNHAS ngadain perayaan Natal di Baruga Kare. Yippie, pasti acaranya bakalan seru nih. Yuk, kita ngintip!
Natal koq kayak orang nikahan aja. Pake ngisi buku tamu. Tapi lumayan juga bisa say hello dengan penerima tamu yang cuantik-cuantik gitu deh. Dapat lilin, buku perayaan dan tentunya tak ketinggalan senyum penerima tamu. Asyik sekali pemirsa. Duh, sayang banget acaranya ngaret abis. Bikin nda’ konsen deh soale capek nunggu. Tapi syukurlah acaranya tidak dibatalin! Acara pun dimulai dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh P. Juvens. Perayaan Ekaristi berjalan hikmat. Ya iyalah, masa’ ya iya donk.
Perayaan Ekaristi selesai. Saatnya apa pemirsa? “Saatnya makan…,” kata seorang KMK-ers! Beri dia teriakan hu…. Kentara benget orang yang datangnya cuman mikirin makan (mudah2an nggak ada ya yang kayak gitu). Secara masih ada acara cuap-cuap sepatah-dua patah kata dari ketupat Perayaan Natal, Ketua KMK-UH, dan salah satu dosen yang hadir. Entah mengapa, banyak yang tak konsen saat mendengarkan cuap-cuap pembicara. Apa ada yang salah? Wuah, setelah diselidiki ternyata suara dari ‘jawa tengah’ udah cempreng banget. Ditahan dulu yo… hehehe…
Dan akhirnya acara yang ditunggu-tunggu pun datang. Langsung aja pada semangat 45. Dasar orang kelaperan! Hahaha. Yummy, asyik sekali pemirsa apalagi dapat lagi senyum dari yang bagiin makanan. Tambah enak deh makan. Dalam hitungan detik, posisi duduk berubah drastis. Masing-masing mencari PW (baca: posisi wuenakk) untuk menyantap hidangan yang lezatt abiezzz.
Para undangan pun satu per satu meninggalkan ruangan! Yang tersisa adalah panitia-panitia yang mau numpang eksis dengan foto-foto-an di depan gua (magaya mode on). Di sisi lain, ada yang udah bekerja membersihkan ruangan dan membereskan perlengkapan perayaan Natal. Setelah beres, saatnya balik ke rumah! Daaaa…
Sampai ketemu di kesempatan lain. Ma kasih buat Lypin (ketua), Iren (Sekretaris), dan Heni (Sastra-08 sebagai bendahara). Kalian sudah lakukan yang terbaik. Keep fighting!

Si paman matanya perih.
Sekian dan terima kasih….