Natal : Pemberian Terbesar

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu AKU buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu (Yeremia 29:7)

Pendahuluan

Kita paham akan latar belakang ayat di atas di mana Nabi Yeremia mengirimkan surat kepada tua-tua di antara orang buangan, kepada para imam, para nabi, dan kepada seluruh rakyat yang telah diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebukadnezar raja Babel dari Yerusalem ke Babel (29:1).

Gamblang sekali firman Tuhan memberikan petunjuk kepada umat pilihan saat itu supaya di negeri asing sekali pun mereka harus mengerjakan dua tugas panggilan yang mulia yakni: Menyejahterakan dan berdoa bagi kota atau tempat di mana mereka eksis dan mereka tidak diperkenankan untuk bersungut-sungut.

Dua tugas ini sangat relevan dengan eksistensi umat percaya Indonesia walaupun kita bukan orang buangan di negeri asing. Indonesia adalah tanah kelahiran kita sendiri karena itu kita diminta oleh Tuhan untuk peduli terhadap berbagai situasi dan kondisi yang terjadi di tengah-tengah bangsa kita. Dan kepedulian terhadap bangsa kita merupakan perjuangan yang tak pernah usai karena terus menerus diperjuangkan oleh generasi demi generasi kristiani yang lahir di persada nusantara tercinta ini. Jelas sekali bahwa kita tidak bisa bermasa bodoh, kita harus harus peduli terhadap kekinian dan keakanan Indonesia.

Pengantar: Peta umum situasi terkini

Saat ini kita memasuki bukan saja era berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat yang baru (Era reformasi dan demokratisasi di mana semua elemen, eksekutif, legislatif, yudikatif, pers, dan masyarakat menjadi kelinci percobaan yang kalau salah mencobanya semua akan bermuara pada disintegrasi bangsa) namun juga kita sedang melintasi padang gurun yang sangat mengeringkan tenggorokan kita bahkan menghabiskan cairan dalam tubuh (baca: bangsa) kita, karena sekujur tubuh bangsa ini sedang mengalami penyakit multidimensional yang sangat berat dan payah. Sulit diobati karena hampir semua dokter yang mau mengobati juga sakit parah. Juga berpenyakit KKN kronis.

Ekonomi

Sejak tahun 1997 awal sampai detik ini krisis multidimensional yang kita alami tidak ada tanda-tanda akan berakhir, jangankan berakhir, berkurang saja tidak malahan semakin parah saja. Seluruh komponen bangsa ini, kecuali para elite, merasakan betapa pahitnya situasi dan kondisi ini. Para petani di perdesaan dan para buruh di perkotaan sekarang tercekik lehernya, susah bernafas karena beban yang sangat berat untuk hidup dari hari ke sehari. Mencari sesuap nasi bukan hal yang mudah lagi bagi mereka. Anak-anak mereka sakit dan mati karena tidak sanggup membawanya ke Puskesmas atau rumah sakit, karena tidak ada uang sepeserpun di tangan.

Bapak-bapak dan ibu-ibu tani di perdesaan sebagai tiang penopang bangsa ini (Merekalah yang menyediakan makanan kepada seluruh masyarakat bangsa indonesia) semakin sulit untuk hidup (Trubus 386-Januari 2002/XXXIII halaman 41 memberikan catatan bahwa penghasilan seorang petani hanya sebesar Rp. 55.000 - 62.500 per bulan. Ini sebuah potret menyedihkan dari kehidupan petani dan keluarganya yang justru berada jauh di bawah garis kemiskinan). Sementara pemerintah juga tidak berdaya bagaimana mengangkat kesejahteraan ekonomi mereka. Fakta menunjukkan bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah nampak mandul bagi peningkatan kesejahteraan rumah tangga petani. Hasil tanaman mereka yang telah menelan biaya produksi tinggi tidak sebanding dengan harga yang diterima (Salah seorang misionaris yang melayani di wilayah Sumsel menyampaikan kepada saya bahwa jemaat yang ia layani saat ini sangat susah sebab harga sayur anjlok sampai ratusan rupiah per kilogram. Padahal biaya produksi yang mereka keluarkan amat begitu tinggi).

Pendidikan

Jangan tanya mengenai pendidikan anak-anak mereka. Menurut data dari Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (PLSP) tahun 2002, ada satu juta anak yang putus sekolah dasar setiap tahun dan ada 600.000. anak yang belum tertampung di sekolah dasar (Salah seorang misionaris yang melayani di wilayah Sumsel menyampaikan kepada saya bahwa jemaat yang ia layani saat ini sangat susah sebab harga sayur anjlok sampai ratusan rupiah per kilogram. Padahal biaya produksi begitu tinggi). Jangan lupa anak-anak kristiani baik di kota maupun desa berada dalam kategori ini.

Keadaan yang paling menyedihkan dari semua pergumulan bangsa ini adalah

Otak sebagian besar pemimpin, pejabat, konglomerat bangsa ini menurut Kwik Kian Gie (Kwik Kian Gie dalam Pemberantasan korupsi untuk meraih kemandirian, kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan ) sudah tidak waras lagi. Menurutnya pencuatan KKN di Indonesia sudah luar biasa dahsyatnya, dan sudah lama Jelas bahwa KKN yang berawal dari keserakahan materi berkembang menjadi kelainan-kelainan yang sifatnya bukan kebendaan. Pikiran menjadi jungkir balik walaupun pendidikannya tinggi. Itulah sebabnya ada istilah corrupted mind. KKN yang sudah merasuk ke dalam jiwa, mental, moral, akhlak menjelma kebijakan itu, terkadang perumusnya tidak menikmati uang, tetapi kebijakan yang tidak waras itu disebabkan karena keseluruhan jiwanya, cita rasanya, pikirannya sudah sakit. Kesemuanya ini sudah terlepas2 dari tingkat pendidikannya. Maka orang-orang yang masih waras, yang jiwa dan mindset-nya merumuskan kebijakan yang sangat merugikan orang banyak dan sangat tidak adil. Dalam membela kebijakannya, ilmu pengetahuan dipakai untuk berargumentasi seperti pokrol tanpa alur pikir yang jernih dan tanpa argumentasi, tetapi mengemukakan dalil-dalil yang digebrak-gebrakkan di atas meja diskusi. Gambaran yang terdistorsi ini dimuat di media massa, sehingga mayoritas masyarakat ikut bengkok persepsi dan pengetahuannya tentang hal ikhwal masyarakat, negara dan bangsa yang begitu besar pengaruhnya terhadap

Moralitas

Kondisi yang amat berbahaya yang mungkin tidak disadari oleh setiap anak bangsa Indonesia adalah pengrusakkan moralitas dan etika manusia Indonesia melalui narkoba, perjudian, seks bebas, dan pornografi dalam segala bentuk dan cara penyajiannya. Media massa, cetak, dan elektronik dengan gencar menyuarakan keadilan dan kebenaran tetapi pada saat yang sama mereka juga sedang mempromosikan tayangan-tayangan yang amoralistik yang memuakkan. Tayangan-tayangan hiburan,lagu-lagu, acara, quis, film, sinetron kental dengan nuansa perselingkuhan, perceraian, hedonisme, erotik, semi telanjang, dan tidak merangsang nilai-nilai kepatutan dan kebenaran hidup sebagai manusia mulia. Berbau mistis, sadis, pembalasan dendam, perampokan, dan pembunuhan. Inilah yang ditampilkan hampir setiap hari di depan mata kita. Tidak heran kini lahir banyak pemerkosa pemula cilik sebagai akibat menyaksikan tontonan-tontonan gratis ini.

Tetapi ironisnya pemerintah tidak sepenuh hati menghalau semua ini bahkan terkesan kuat cenderung membiarkan bahkan mengizinkannya. Sementara di lain pihak upaya-upaya pembangunan sarana-sarana pembentukan karakter mental, moral, etika, dan spiritual yang sangat dibutuhkan anak bangsa ini dirasakan sangat dipersulit (Misalnya izin pembangunan rumah ibadah kristiani terlalu banyak lingkaran proseduralnya dibanding dengan meminta izin mendirikan usaha-usaha yang bernuansa demoralisasi (night club, tempat perjudian, dls). Banyak tempat di Indonesia di mana judi sudah dilegalkan dengan alasan sulit untuk mencegahnya). Pendek kata dalam bidang moral bangsa kita sang jawara. Lihat saja kita termasuk rangking dua dunia dalam cyber crime di dunia ini.

Kini bangsa Indonesia menoreh satu prestasi besar karena telah memiliki universitas terbuka gratis yang tersebar di seluruh propinsi sampai ke desa-desa terpencil yakni sekolah demoralisasi anak bangsa Indonesia. Tayangan-tayangan TV kini sebagaian besar memberikan kurikulum yang mendukung secara langsung atau tidak langsung terhadap pemikiran dan sikap hidup yang anti etika, amoral, dan anti hal-hal rohani. Ini telah terbula lebar kepada semua masyarakat tanpa ada filter lagi. Tidak mengherankan saat ini pelaku free sex adalah anak SD dan SMP. Jangan ditanya anak SMU dan mahasiwa. Betapa mengerikan kondisi moral bangsa kita saat ini.

Politik

Di sisi lain kita dapat menyoroti situasi sosial dan politik terkini di mana sebentar lagi kita berhadapan muka dengan dinamika Pemilu dengan sistim yang baru. Kini terasa sekali para elite partai politik dengan segala upaya (lebih banyak menggunakan cara-cara haram) mau memenangkan pemilu. Serangan fajar (Membagi-bagikan uang kepada rakyat pada saat mereka menuju ke lokasi tempat pemungutan suara, besok Senin 5 April 2004) salah satu cara yang masih pas untuk dilakukan. Bahkan besar kemungkinannya mereka akan menyuap petugas-petugas di TPS-TPS dengan apa saja yang diperlukan. Para elite politik yang berkuasa saat ini terus mencari peluang-peluang mendapatkan dana di mana saja yang bisa dimasuki, apakah itu di lembaga-lembaga swasta atau pun di lembaga pemerintahan (BUMN terutama). Di sini nafsu korupsi, kolusi, dan nepotisme meningkat dengan tajam, dan sulit dibendung.
484nKrisis multidimensional yang sangat dirasakan sebagian rakyat Indonesia saat ini menjadi lahan subur bagi money politic. Para elite partai saat ini sudah bergerak ke sasaran untuk mengurung rakyat miskin yang merupakan bagian terbesar rakyat Indonesia. Rakyat pun dengan lapang dada menyambut kedatangan kaki tangan partai.

Sistim pemilihan Presiden dan wakilnya secara langsung bukan jaminan mutu kita memiliki pemilu yang demokratis. Tindak kekerasan dan anarkisme akan sulit dihindari dalam pemilu kali ini sebab merupakan pengalaman baru bagi bangsa Indonesia. Ini harus kita cermati dan waspadai dengan cara memberikan pendidikan politik yang benar mulai saat ini.

Bagaimana posisi tawar umat Kristen dalam bidang politik? Kata yang paling tepat dipakai adalah parah! Kenapa demikian? Pengalaman menyatakannya bahwa beberapa waktu lalu ada belasan partai bernuansa Kristen dan masing-masing ketua umum partai, ingin menjadi RI 1. Masing-masing sudah punya kavling suara berdasarkan kandangnya masing-masing. Pertanyaannya, berapakah jumlah suara umat kristen (tambah Katolik) di seluruh Indonesia ? sepuluh jutakah, dua puluh jutakah? Kalau dibagi belasan partai, berapakah jumlah kursi yang akan diperoleh masing-masing partai Kristen? Nonsense! Kecuali terjadi mujizat, seluruh partai kristen yang ada boleh memenuhi doa Tuhan Yesus dalam Yohanes 17:21 yaitu : Ut Omnes Unum Sint ! partai-partai Kristen itu babak belur sebelum maupun sesudah diverifikasi KPU. Dan hanya satu yang muncul. Puji Tuhan. Namun saya cukup beralasan untuk pesimis terhadap keberhasilan partai Kristen dalam pemilu 2004? Meskipun saya tidak menentang adanya partai Kristen. Karena di dalam tubuh partai ini tidak sedikit juga yang memiliki motivasi, cara, dan tujuan berpolitik yang tidak jauh berbeda bahkan sama dengan para politisi duniawi yang sempit. Saya menduga kuat, alhasil dalam pemilu besok, Senin 5 April 2004 kita KO, dan mungkin babak belur (mudah-mudahan tidak jadi abu). Doa saya agar umat Kristen mau belajar dari ketidakbersamaan dan ketidakkebersatuan kita selama ini. Tuhan Yesus sedih melihat keterceraiberaian kita di dunia ini dalam hampir semua lini kehidupan kita. Ingat! doa Tuhan Yesus supaya kita bersatu, itu pertanda bahwa memang kelemahan utama kita adalah tidak bersatu dalam segala hal.

Saudara, inilah potret wajah bangsa kita kekinian yang sangat amat mengenaskan sekali. Tentu situasi dan kondisi ini memberikan pengaruh bagi kehidupan anak-anak Tuhan di tanah air tercinta ini.

Pengaruh bagi kekristenan Indonesia. Mengantisipasinya?

Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa kekristenan tidak pernah hidup dalam ruang hampa yang steril dari bobroknya dunia ini. Dari semula kekristenan lahir dalam dunia yang begitu jahat dan untuk itulah kekristenan eksis.

Dorothy Sayers pernah berkata bahwa Allah telah mengambil resiko ilahi ketika memutuskan untuk menetapkan gereja untuk menjadinilai-nilai humanisme (manusia adalah fokus dari segalanya), pragmatisme (menghalalkan segala cara), relativisme (sirnanya standar kebenaran Tuhan yang mutlak), dan hedonisme (tujuan akhir hidup manusia yaitu makan, minum, bersenang-senang tanpa tanggung jawab moral apa pun). Gereja Tuhan seakan-akan lumpuh, tidak lagi berfungsi sesuai naturnya sebagai garam dunia. Sebagai representasi Allah, gereja malah semakin terisolasi dari dunia riil, dan memilih untuk hidup nyaman dalam tempurung rohani kita masing-masing.

Ini merupakan pengaruh buruk bagi kekristenan yang setiap saat siap menerkam kita.

Pengaruh yang signifikan bagi kekristenan di Indonesia sehubungan dengan kondisi global dan kondisi spesifik Indonesia kekinian mencakup masalahinner circlenya bahkan rakyat kecil menjadi sapi perah yang terus menerus dieksploitasi sampai kering kerontang payudaranya), akrobat hukum dan keadilan, moralitas manusia yang kacau balau. sangat mempengaruhi kehidupan siapa saja tanpa mengenal wilayah agama, suku, profesi, dan latar belakang apa pun. Pengaruh terhadap kekristenan adalah semakin banyaknya anak-anak Tuhan yang jatuh miskin. Kemiskinan yang saya maksudkan adalah kemiskinan dalam arti luas (miskin ekonomi [Menurut laporan, rakyat miskin di Indonesia sekitar 40 juta orang, saya yakin angka ini akan terus naik seiring lamanya krisis multidimensional yang terjadi], pendidikan, kesehatan, informasi dan komunikasi, dan miskin partisipasi baik di tengah masyarakat maupun dalam pemerintahan, dan yang parah miskin moralitas dan etika).

Pengaruh yang sangat berbahaya bagi kekristenan saat ini jika tidak diantisipasi dengan hati-hati dan cerdas adalah semakin banyak orang kristen yang akan terbawa arus dalam gaya hidup korup di segala bidang kehidupan. Kita hidup dalam budaya yang sangat korup, bukan mustahil kita akan berperilaku sama dengan mayoritas yang korup itu.

Mari kita cermati apa yang dikatakan Kwik Kian Gie terhadap orang Kristen. Dalam kondisi dan timing yang dianggapnya cocok, mereka menggunakan agama sebagai tameng. Mereka mendadak dan memberikan kesaksian. Demikian meyakinkannya, sehingga sulit dibayangkan bahwa mereka sedang berbohong kepada Tuhan. Pada tahapan yang sudah seperti emosinya, sehingga dia sudah menderita penyakit jiwa yang dinamakan make believe. Mereka berfantasi, dan lambat laun percaya bahwa fantasinya adalah asalkan tetap ke gereja dan semakin fanatik, semakin boleh melakukan apa saja. Kita menyaksikan demikian banyaknya konglomerat jahat yang mendadak menjadi pemeluk agama yang demikian fanatiknya. Maka kita juga mendengar komentar yang sama. Mereka mengatakan bahwa para konglomerat jahat yang begitu religius dan setiap hari Minggu memberikan kesaksian berbohong tujuh kali seminggu. Hari Senin sampai Sabtu berbohong kepada sesama manusia dalam melakukan KKN-nya. Pada hari Minggu di gereja, ketika memberikan kesaksian mereka juga berbohong, tetapi kali ini kepada Tuhan dan dilakukan di rumah Tuhan.

Masih banyak tanggapan buruk dari non kristen terhadap kekristenan di Indonesia. Misalnya apa yang dikatakan oleh Namo Buddhaya : Saudara-saudaraku yang terkasih di dalam Kebenaran sejati, ternyata di dalam Agama Kristen yang satu-satunya jalan keselamatan, juga terdapat penyelewengan, terutama pada kalangan pendeta dan hamba-hamba Tuhannya, jadi tidak berbeda dengan agama-agama lainnya. (Namo Buddhaya mengutip majalah kristen sebagai berikut :Buletin Tiberias, 9 Juli 2000 (Ikut merusak perekonomian Indonesia dengan aksi memborong dollar AS. Apakah akar dari segala kejahatan ??! NARWASTU (Oktober 1995) No. 07/Th. 2 Hal : 37) apalagi panitia tsb dari dulu sampai sekarang tidak pernah membayar kembali biaya perjalanannya. Hal ini sering menjadi perbincangan dikalangan hamba-hamba Tuhan yang sering diundang ke sana. dia memempromosikan pengorbanannya yaitu pernah menjual mobilnya dalam menjadi panitia event KKR besar yang menghabiskan biaya 600 juta rupiah...WOW !!!).

Masalahnya sekarang adalah bagaimana kita dapat hidup aneh di tengah bangsa yang korup ini? Janganlah kamu sesat ; pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik (I Korintus 15:33). Sederhana namun memiliki kebenaran yang mendasar. Meskipun kecil, orang kristen harus memulai dan mendorong serta mempromosikan paradigma dan budaya baru yang menjauh dari tindakan-tindakan korup. Misalnya, mari kita mulai berurusan sesuai aturan yang berlaku tanpa memberikan uang kopi alias sogok. Kalau saja ada sepuluh juta orang kristen bertekad melakukan hal ini maka Indonesia niscaya bersih .

Orang Kristen bukan cuma menghindari pergaulan buruk, lebih jauh dari itu sebagaimana yang dikatakan Oswald Chambers (Pengabdianku Untuk Kemuliaannya, Penerbit : Yayasan Pekabaran Injil Immanuel, Jakarta, 2001, 10 April) bahwa dosa harus dimatikan sepenuhnya dalam diri anda, bukan sekedar dikekang, ditekan atau dilawan, melainkan disalibkan (manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubu2h dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa, Roma 6:6).

Di sisi lain kita berada di persimpangan jalan menghadapi tahun-tahun yang semakin sulit ke depan. Ini disebabkan umat kristen umumnya masih terlalu Lugu dan polos melihat kekinian situasi bangsa. Kita enggan belajar membaca tanda-tanda zaman yang kita hidupi ini seperti yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Injil (Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat (Markus 13:28). Juga Tuhan Yesus berkata :&.. rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak (Matius 16:3b) sehingga kita sering kalah langkah dan terkebelakang. Kita bukan menerangi dan menggarami malah sebaliknya diterangi dan digarami oleh situasi (Salah satu contoh, dalam masalah UU Sisdiknas, Sistim Pendidikan Nasional) Melalui kemampuan membaca tanda-tanda zaman ini maka diperlukan komitmen yang kuat untuk memberikan kontribusi kongkrit buat bangsa kita.

Komitmen dan kontribusi kekristenan Indonesia?

Sebagai anak-anak Tuhan bagaimana kita harus mengambil komitmen dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap bangsa kita? Tidak ada ja la485in kecuali kembali mendengar dan menjalankan apa kata firman Tuhan. . Supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah &.. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : Apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna (Roma 12:1-2). Sebagai anak-anak Tuhan yang hidup di tengah-tengah bangsa yang bobrok ini, kita harus bergantung total kepada pencipta kita dengan cara berpegang teguh pada kebenaran-NYA. Inilah langkah utama dan syarat mutlak yang harus kita kerjakan, tidak bisa ditawar lagi.

Lalu kita mengejawantahkan secara kongkrit kebenaran Firman Tuhan yang berkata : .dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara dan kasih akan semua orang (II Petrus 1:4-7).

Firman Tuhan ini berkuasa secara negatif menghindarkan kita dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan (Ayat 4) dan secara positif mendorong terciptanya tatanan bangsa yang lebih optimis, produktif, dan kondusif ke depan. Urutannya sangat jelas yaitu : Iman, Kebajikan, Pengetahuan, Penguasaan diri, Ketekunan, Kesalehan, Kasih terhadap saudara seiman dan semua orang.

Formula ini harus kita pakai untuk menghadapi seluruh pengaruh buruk yang terjadi pada bangsa kita. Tanpa formula ini niscaya kita terjerembab dan2 mandul fungsi sebagai garam dan terang.

Jadi, perlu sekali komitmen dan kontribusi kita yang sungguh kongkrit terhadap kondisi bangsa yang semrawut ini yaitu :

Pertama, iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus harus teguh tak tergoyahkan sebab DIA adalah Allah yang berkuasa atas seluruh teritori yang fenomena dan noumena. Ini dasar utama kita. Tanpa Tuhan Yesus kita tidak dapat berbuat apa-apa (Yohanes 15).

Kedua, orang kristen harus terus menerus melakukan kebajikan (perbuatan yang berkualitas bagi kaum mayoritas) di dalam seluruh aspek bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Tidak kompromi dengan dosa apa pun. Dengan demikian orang-orang di sekitar kita dapat merasakan manfaat yang besar atas kehadiran kita. Sebagai contoh mungkin telah tiba saatnya orang kristen Indonesia harus proaktif mendirikan lembaga-lembaga pemberi penghormatan dan penghargaan moral dan etika (Bandingkan paradigma dan sikap Tuhan Yesus dalam Kisah 10:34-36, Yohanes 10:16, Markus 9:38-41) kepada siapa saja (buruh, petani, guru, karyawan, siswa, mahasiswa, pengusaha, aparat hukum, wartawan, pejabat, wakil rakyat dls) yang melakukan kebajikan untuk kemajuan bangsa ini tanpa melihat latar belakang apa pun orang itu. Hal ini perlahan-lahan namun pasti akan mentransformasi budaya korup dan budaya hitam lainnya kepada budaya kristiani di sekujur tubuh bangsa ini.

Juga sangat mendesak untuk dilakukan bagaimana umat kristen menggarami dunia seni budaya, dan pers Indonesia. Film-film, sinetron, dan dunia hiburan lainnya harus dirancang dan dicipta dengan nilai-nilai dan kultur kristiani yang dapat dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia (Harus dengan strategi jitu dengan melepaskan simbol-simbol kristiani tetapi kental dengan nilai-nilai alkitabiah). Saya sedih melihat tidak sedikit artis Indonesia yang bertobat dan dipaksakan menjadi pendeta atau penginjil, padahal mungkin mereka Tuhan tidak panggil menjadi seperti itu. Mereka ini sangat produktif dan efektif kalau tetap pada profesinya sebagai artis dunia entertainment yang berbaju Kristus. Kisah-kisah alkitab tidak kalah menariknya dengan sinetron-sinetron sekarang bahkan lebih tinggi kualitasnya kalau digarap dengan baik dan cerdas oleh artis-artis kristiani indonesia.

Para jurnalis dan perusahaan pers kristiani bukan waktunya lagi malu-malu kucing untuk mengorek dan mengomunikasikan berita serta memberikan pendidikan yang benar kepada masyarakat bangsa ini. Suara kenabian pers kristiani Indonesia harus lebih berani dan unggul di atas rata-rata para jurnalis dan perusahaan pers lainnya tanpa peduli resiko apa pun yang akan diterima. Para jurnalis dan perusahaan pers kristiani Indonesia harus siap sedia menderita aniaya karena kebenaran hakiki (Matius 5:10-12). Dan masih banyak hal dari segala lini kehidupan kristiani yang dapat kita persembahkan bagi bangsa kita Indonesia.

Ketiga, Pengetahuan kita harus terus menerus dipertajam. Gereja dan lembaga-lembaga kristiani dan para pemimpinnya harus mendorong dirinya dan umatnya berpacu dalam meningkatkan keunggulan iptek dan informasi. Karena hanya dengan kualitas pengetahuan dan skill SDI kristiani yang tangguh maka kita dapat berperan dan mengatur jalannya roda bangsa ini. Orang krsiten harus masuk dan menggelar pengaruhnya di segala bidang kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat (politik, sosial, ekonomi, hukum, lingkungan hidup, seni, birokrasi, pendidikan, pers dan lain-lain). Pendek kata segala tempat harus ada orang krsiten di sana.

Keempat, penguasaan diri (self control) kita menyangkut tidak mudah terpancing dengan provokasi apa pun dan menahan hasrat meninggikan bendera keKristenan (Jangan memamerkan kemegahan dalam bentuk apa pun (membangun gedung gereja yang mewah dan megah di mana-mana, ke gereja dengan mobil sehingga menjadi penyebab kemacetan. Kalau bisa satu mobil dengan dua keluarga, hal ini baik untuk menjalin keeratan persekutuan antara keluarga Kristen dalam satu denominasi, juga mengurangi polusi), ini hanya akan semakin menstimulir kecemburuan sosial masyarakat sekitarnya yang berkeyakinan lain.

Kelima, orang-orang Kristen Indonesia harus tekun (tahan banting) menghadapi segala situasi yang terjadi dan tekun dalam kesalehan hidup sehingga dengan konsistensi kita mengikut Kristus dunia akan melihat bahwa kita benar-benar memiliki Tuhan yang hidup, dengan demikian mereka akan memuliakan Allah kita, Yesus Kristus (Bandingkan Daniel 6:26-28: Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang mendiami seluruh bumi, bunyinya : Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab DIAlah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya ; pemerintahan-NYA tidak akan binasa dan kekuasaan-NYA tidak akan berakhir. DIA melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, DIA yang telah melepaskan Daniel dari cengkeraman singa-singa ).

Selanjutnya orang-orang Kristen Indonesia harus selalu tekun dalam mewujud nyatakan kasih terhadap sesama saudara seiman (Galatia 6:10) dan kepada semua orang sesama anak bangsa ini. Kasih terhadap saudara seiman (kota dan desa bahkan pedalaman) akan memperkokoh basis keKristenan di Indonesia. Sedang kasih kepada sesama anak bangsa akan menjadi magnet dahsyat yang sangat kuat menarik mereka masuk ke dalam kerajaan-NYA. Kekuatan kasih yang ada di dalam diri setiap orang Kristen merupakan senjata penakluk yang sangat ampuh terhadap apa saja di depan kita.

Kesimpulannya adalah bahwa komitmen dan kontribusi umat Kristen Indonesia baik secara pribadi maupun secara persekutuan (kolektif sinergis dan jejaring) harus berjalan di bawah koridor tujuh ketangguhan yakni : Tangguh Iman, Tangguh Kebajikan, Tangguh Pengetahuan, Tangguh Penguasaan diri, Tangguh Ketekunan, Tangguh Kesalehan, Tangguh Kasih terhadap saudara seiman dan semua orang. Dengan demikian akan menjadikan umat Kristen Indonesia bukan saja tetap eksis di tanah kelahirannya tetapi juga menjadi kapal yang dipercaya dan diandalkan oleh ratusan juta penumpang menuju pelabuhan akhir yang diidam-idamkan.

Penutup

Sebagai catatan akhir, saya mengajak kita semua terutama kita sebagai generasi penerus gereja-NYA dan bangsa Indonesia, marilah kita berupaya sekuat tenaga, pikiran, daya,dana, dan apa saja yang ada pada kita untuk menjalankan DWI MANDAT yang dipercayakan Tuhan kepada kita yakni : Mandat Injil dan Mandat Budaya (Matius 28:18-20 dan Kejadian 1:26-28) dalam bingkai tujuh ketangguhan di atas. Dengan demikian kehadiran umat Kristen Indonesia di negerinya sendiri dan dunia sekitarnya akan menjadi suatu kekuatan yang mentransformasi tatanan bangsa dan dunia ini ke dalam kebenaran dan kesejahteraan yang utuh dan pada muaranya membawa hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan kita Yesus Kristus.

Penulis: Andrias Hans
http://natal.sabda.org/natal_pemberian_terbesar

1 comment:

Renungan Harian Katolik said...
This comment has been removed by the author.