“Kanda kita jadi ji berangkat ?”
Sebuah pertanyaan yang tidak pernah terjawabkan dengan tuntas hingga beberapa jam sebelum keberangkatan. Bukan karena ingin menunda memberikan jawaban tapi karena ada prioritas lain dan tanggung jawab lain yang tak mampu untuk dilepaskan ataupun ditunda. Dan thank GOD sehingga tidak perlu untuk melepaskan salah satunya. Penantian empat jam lebih tidak sia-sia hari itu.
Hujan rintik-rintik membayang di sore hari, saat pulang dari rumah sakit dan melihat persiapan final para panitia di sekret . Tidak sia-sia memilih mereka. Meski tak semuanya, tapi setidaknya masih ada yang memiliki dedikasi penuh untuk terlaksananya kegiatan itu.


