Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu AKU buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu (Yeremia 29:7)
Pendahuluan
Kita paham akan latar belakang ayat di atas di mana Nabi Yeremia mengirimkan surat kepada tua-tua di antara orang buangan, kepada para imam, para nabi, dan kepada seluruh rakyat yang telah diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebukadnezar raja Babel dari Yerusalem ke Babel (29:1).
Gamblang sekali firman Tuhan memberikan petunjuk kepada umat pilihan saat itu supaya di negeri asing sekali pun mereka harus mengerjakan dua tugas panggilan yang mulia yakni: Menyejahterakan dan berdoa bagi kota atau tempat di mana mereka eksis dan mereka tidak diperkenankan untuk bersungut-sungut.
Dua tugas ini sangat relevan dengan eksistensi umat percaya Indonesia walaupun kita bukan orang buangan di negeri asing. Indonesia adalah tanah kelahiran kita sendiri karena itu kita diminta oleh Tuhan untuk peduli terhadap berbagai situasi dan kondisi yang terjadi di tengah-tengah bangsa kita. Dan kepedulian terhadap bangsa kita merupakan perjuangan yang tak pernah usai karena terus menerus diperjuangkan oleh generasi demi generasi kristiani yang lahir di persada nusantara tercinta ini. Jelas sekali bahwa kita tidak bisa bermasa bodoh, kita harus harus peduli terhadap kekinian dan keakanan Indonesia.
Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts
Salam Maria dan Rosario
Kita mengatakan Bapa “kami” dalam doa Bapa Kami. Dengan mengatakan “kami”, kita menyatakan bahwa doa bukanlah suatu tindakan yang kita lakukan seorang diri. Kita berdoa bersama dengan yang lain.Bersama siapakah kita berdoa? Kita berdoa bersama Yesus Kristus. Yesus tidak hanya mengajar kita bagaimana harus berdoa, tetapi Ia juga berdoa bersama kita serta mempersatukan doa-doa kita dengan doa-Nya sendiri. Oleh karena kita berdoa bersama Dia, doa-doa kita seringkali diakhiri dengan kata-kata sebagai berikut: “dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra Tunggal Allah, Tuhan kita, yang hidup dan berkuasa untuk selama-lamanya.” Kita berdoa bersama Yesus Kristus.
Tempayan Retak
Seorang tukang air memilik dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan satunya lagi tidak.Tempayan yang utuh selalu dapat membawa air penuh, walapun melewati perjalanan yang panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh. Hal ini terjadi setiap hari selama dua tahun.
Menjadi Katolik yang Berkualitas
sumber :www.yayasan-bundasuci.com1. Kebiasaan mengucap syukur
Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahwa agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yg baik, tapi juga dalam kesusahan & hari-hari yg buruk. Ada rahasia besar di balik ucapam syukur yg sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Keller yg buta & tuli sejak usia dua tahun, telah menjadi orang yg terkenal & dikagumi di seluruh dunia. Salah satu ucapannya yg banyak memotivasi orang adalah, "Aku bersyukur atas cacat-cacat ini aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku." Memang sulit untuk bersyukur, namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri berkat, kesehatan, keluarga, sahabat, dan sebagainya. Lama kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan & situasi yg buruk.
Subscribe to:
Posts (Atom)